Rabu, 04 Juni 2014

JKT48 FANFICTION - 48 JAM 48 NAMA

        48 Jam 48 Nama (Repost)

Upacara penaikan bendera di hari Senin pagi ini sama seperti Senin pagi yang sudah sudah. Berbaris rapi murid dari setiap kelas, upacara di mulai.... dari menaikan bendera merah putih diiringi nyanyian Indonesia Raya, menyanyikan hymne hymne lainnya. Sampai tiba di titik yang akan membuat murid murid merasa jenuh, yaitu pidato dari kepala sekolah di setiap upacara. Tapi pagi ini apa yang di sampaikan kepala sekolah berbeda dari pagi pagi yang sudah berlalu.

Kepala sekolah yang usianya sudah
hampir mendekati setengah abad itu
memberikan pengumuman pada
murid-murid di sekolah PUTRI
JAKARTA yang terdiri dari 2tingkatan
berbeda (SMP dan SMA).

"Pagi ini kita menerima kabar yang
tidak baik!"
murid-murid memperhatikan kepala
sekolah mereka yang terlihat begitu
serius sekaligus sedih di wajahnya.
"salah satu teman sekelas, adik dan
juga kakak kelas kalian, hari sabtu
kemarin.." kepala sekolah berhenti
sejenak sambil menunduk, semua
murid perempuan penghuni sekolah
itu melihat kepala sekolah mereka
dengan tanya menyelimuti wajah
"hari sabtu kemarin... dia mengalami
kecelakaan mobil di jalan tol kota!"
sontak murid-murid saling berbicara
antar teman menebak siapa yang
telah mengalami kecelakaan.
Tak lama mereka semua terdiam dan
kembali melihat ke arah kepala
sekolah yang kembali berbicara
"kondisinya sekarang dinyatakan
Koma! bapak minta sama kalian
untuk mendoakan dia, agar dia bisa
segera kembali dari komanya dan
kembali menjalani aktifitasnya
bersama kita!"
kepala sekolah memimpin doa,
murid-murid menundukan
kepalanya.
"Tuhan, berikanlah kesembuhanmu
pada murid kami, teman kami, kakak
kelas kami, adik kelas kami.
Berikanlah dia kekuatan untuk
menghadapi apa yang Engkau
berikan! Berikan lah pertolonganmu
untuk Jessica Veranda yang kini
sedang menghadapi rasa sakitnya!!
Berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing, berdoa
mulai..." beberapa menit lamanya
mereka semua menunduk dalam
doa.

Upacara selesai, murid-murid
kembali ke kelasnya untuk memulai
pelajaran. Sayup-sayup terdengar
obrolan mereka mengenai Jessica
Veranda, anak SMA kelas XI yang
mengalami kecelakaan dan di
kabarkan koma.
"biasanya ya, kalo seseorang udah
dinyatakan Koma! Kecil kemungkinan
dia bisa kembali sembuh seperti
dulu!" kata murid SMP yang matanya
terlihat sayu
"ia sih, kayak temennya kakek aku
tuh, dia sakit apa gitu.. Terus dokter
bilang dia koma dan ternyata dalam
hitungan hari kakek itu meninggal!!"
sahut temannya yang memiliki tinggi
badan paling tinggi (terlihat sangat
mencolok)
"ck, itumah emang si kakeknya aja
yang udah tua! Jadi ya mau dia
koma ataupun enggak, tetep aja
bakalan cepet meninggalnya!!"
bantah teman lainnya yang terlihat
gingsul di giginya saat dia bicara.
"eh? Nabilah, bicaranya jangan
kayak gitu! Entar kualat loh!!"
kata si murid SMP yang badannya
tinggi pada si murid yang bergigi
gingsul yang bernama Nabilah
"um, tapi apa yang kamu (Nabilah)
katakan soal si kakek yang umurnya
udah tua dengan masalah komanya
dia, menurut aku itu gak ada
hubungannya sama sekali Nabilah!
Aku juga ada tetangga umurnya
masih muda sekitar 30th lah, dia
sakit gitu terus dia koma dan 4hari
setelahnya dia meninggal. Tanpa
ada pesan terakhir!!"
kata si murid mata sayu dengan
tangannya dia mainkan di dagu
mengingat cerita orang tuanya.
"em~ ada satu lagi Nabilah, Ayana!"
murid yang tinggi itu berhenti
sejenak mengingat ceritanya
"temennya kakak aku, kecelakaan
motor terus di bawa ke rumah sakit
dan dokter bilang dia koma terus
cuma sehari setelah pernyataan itu,
dia meninggal Bil!" lanjutnya
menceritakan.
Nabilahhanya mengerung
mendengar cerita ke2 sahabatnya
Gaby (yang tinggi badannya
mencolok) dan Ayana (yang matanya
sayu).
Mereka sampai di pintu kelas terus
masuk lalu duduk di mejanya
masing-masing, masih sambil
bercerita.
"apa bener kalo seseorang udah di
vonis koma, gak akan bisa hidup
lagi!? Hmm~" Nabilah memanyunkan
bibirnya memikirkan apa yang Ayana
dan Gaby ceritakan "kalo beneran
kayak gitu, berarti kak Ve bisa-
bisa.---" Nabilah terhenti "aduhh,
kenapa aku jadi mikirin hal itu ya?!"
Nabilah mencoba menyingkirkan apa
yang sedang dia pikirkan.
"kasian juga ya kak Ve, kalau sampai
dia harus berakhir kayak gitu!!" ucap
Gaby menerawang
"tapi, kayaknya sebagian besar
anak-anak SMA pada seneng deh
dapet kabar itu (koma)" Ayana
bicara, diikuti kerungan di wajah
Nabilah dan Gaby "ya! Jangan liatin
aku kayak gitu kenapa?" kata Ayana
sambil memanyunkan bibirnya
"lagian.. kamu kalo bicara asal
keluar kata aja! Kalau ada guru atau
staff dari sekolah yang denger
gimana? urusannya bisa panjang!!
bisa berabe!!!" Nabilah setengah
berbisik mengucapkan kalimatnya.
"meskipun kak Ve itu suka jahatin
murid-murid di SMA dan kadang di
sini juga (SMP), tapi kan dia tetap
bagian dari keluarga Putri
JAKARTA.-" "dan juga bagian dari
pemilik sekolah ini!!" Nabilah
memotong ucapan Gaby.
Jessica Veranda atau lebih akrab di
sapa Ve, memang terkenal di
seantero sekolah sebagai queen
witch yang suka jahatin murid-murid
di sekolah, dengan dukungan dari
teman-temannya dia suka sekali
menjahili teman seangkatannya.
Bahkan sempat beberapa kali senior
dan juga juniornya jadi sasaran
kecongkakan Ve. Dan karena dia
anak dari pemilik sekolah dia jadi
merasa kalau sekolah itu miliknya
dan dia bisa dengan seenaknya
melakukan hal apapun yang dia
mau, yang dia suka.

***
"Nabilah" mama memanggil Nabilah
yang sedang seru menonton kartun
"Naa..bilah!!" kedua kalinya mama
memanggil,
Nabilah kalau sudah di suguhi
tontonan berbau kartun mata dan
telinganya terkunci rapat pada apa
yang di lihat dan di dengarnya. Dia
sesekali tertawa melihat adegan dan
ucapan dalam kartun buatan Jepang
itu.
"Nabilahhh!!!" ke3 kalinya mama
memanggil dan Nabilah masih asik
sendiri sampai... *Jleppp~~* televisi
nya mati
"yaelah kak, lagi nanggung tuh!
Aduhhh!!" gerutu Nabilah pada
kakaknya
"dek, kamu gak denger apa? Dari
tadi mama manggil kamu!" Nabilah
masih melihat ke arah remote tv
yang di pegang kakaknya
"manggil apa sih kak! Mama gak
manggil aku kok!! Ia kan mah?"
sambil setengah berteriak ke arah
dapur tempat mama nya tadi
memanggil
"mama manggil kamu dari tadi
sayang!" jawab mama dari arah
dapur membuat Nabilah membuka
mulutnya kaget, Melody kakaknya
Nabilah yang melihat ekspresi
adiknya itu langsung berseru
"kakak yang lagi di teras aja bisa
denger!! Udah sana samperin dulu
mama!!" perintah Kakaknya
"iaa.. maaf, Nabilah samperin mama
sekarang, tapi remote nya siniin
dulu!" pinta Nabilah manja
"gak ada remote, gak ada kartun!!
Sudah sana!!!" Nabilah mendelik lalu
berjalan gontai ke arah mama nya.
Sampai di dekat mamanya ternyata
mama meminta tolong pada Nabilah
untuk menemani mama ke rumah
sakit menjenguk temannya mama
yang sedang di rawat
"mah, kenapa gak kak Melody aja
yang nemenin mama!"
ucap Nabilah setelah mendengar
permintaan mama nya
"kakak kamu mau pergi, jadi gak
bisa nemenin mama!~ Mama janji di
rumah sakit kita gak akan lama,
terus pulangnya mama beliin kamu
ice cream. Ok!" kata mama dengan
mengedipkan matanya pada anak
bungsunya yang penakut itu.
"kalo cuma ice cream mah, di mini
market persimpangan juga ada mah!
Ngapain jauh-jauh ke rumah sakit!"
dengan raut memelas Nabilah terus
mencari alasan agar dia tidak harus
menemani mama nya ke rumah
sakit.
Mama yang menyadari perlawanan
Nabilah terus membujuk putrinya
itu, meski mama tahu kalau Nabilah
paling
anti dan takut dengan yang
namanya rumah sakit tapi mama
tetap kekeuh mengajak Nabilah
pergi
"mama kan tahu Nabil gak suka
rumah sakit mah, disana itu
menakutkan!! Iiihhh, apalagi kalo
udah nyium bau obat-obatan terus
liat yang berdarah-darah... terusnya
ya, kalo di tambah ngelewatin atau
liat di satu pintu yang tulisan nya
'KA..MAR MAA..YAT' iihhhhh,
merinding mah!!"
dengan suara setengah berbisik
pada mamanya Nabilah bicara,
melihat tingkah Nabilah mama hanya
tersenyum sambil menggeleng.
"Na..bi..lah.. hihihiiiihiiiiiiii!!" ~
"Aaa!" Nabilah hampir terjatuh dari
kursinya (masih di dapur) karena
keisengan kakaknya yang berbisik di
telinganya di akhiri tawa jahil.
"Kak Melody mah!! Ah!!! Gak Lucu
tau!!!" Nabilah memanyunkan
bibirnya
"deuhhh, si cadel marah ni..
Hahahaaa" Melody mencubit gemas
Nabilah dengan mengucapkan
kalimat lainnya "makanya, kalau
penakut itu... jangan suka nonton
film horor! Entar ada yang ngikutin
baru tahu!! Kekekee~" Melody terus
menggoda Nabilah
"Aaa~aahhh, tuh kan mah kak
Melody sih gitu mainannya nakut-
nakutin mulu!!"
"sudah-sudah! Kalian malah jadi
pada main-main!!"
"ih, si mama... yang lagi main-main
itu siapa? Orang kak Melody tuh
yang lagi mainin aku!!"
"ya sudah, kakak... kamu jangan
gitu lagi sama adik kamu.... yang
penakut ini" Melody tertawa
mendengar kalimat penutup dari
bibir mamanya, Nabilah memainkan
bibirnya mendengar ucapan mama.